DPR-RI Minta Paguyuban di Garut yang Ubah Lambang Pancasila Perlu Tindaklanjut ke Ranah Hukum

- 10 September 2020, 07:19 WIB
Lambang pancasila yang diubah oleh paguyuban tunggal rahayu di Garut, Jawa Barat. /Istimewa

KaltaraBicara - Garut, Jawa Barat Paguyuban Tunggal Rahayu jadi sorotan karena mengganti lambang Pancasila. Pimpinan Komisi III DPR menilai perbuatan itu perlu ditindaklanjut ke ranah hukum.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond J Mahesa mengatakan, "Ya kalau itu melanggar, undang-undang harus kita tegakkan. Iya perlu kalau itu tujuannya melakukan pencemaran, merubah atau macam-macam. Kan ada aturan hukumnya," pada Rabu, 9 September 2020.

Baca Juga: Polisi, Pasal Penipuan Akan Jerat Pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu

Sementara lainnya, anggota Komisi III DPR, Arteria menilai penegakkan hukum perlu dilakukan. Arteria menilai perbuatan mengganti lambang Pancasila adalah perbuatan yang dilarang negara dan merupakan bibit-bibit dari sikap intoleransi dan paham radikalisme.

"Yang dilakukan di Garut ini kan tidak hanya ide dan gagasan tapi sudah diwujudkan ke dalam perbuatan. Kami juga mohon ya dilakukan upaya-upaya penegakan hukum disamping juga upaya-upaya persuasif. Yang jelas perbuatan tersebut adalah perbuatan yang dilarang, yang jelas perbuatan itu merupakan bibit-bibit dari intoleransi, kemudian bibit-bibit dari pada radikalisme. Dan mudah-mudahan kita bisa selesaikan tidak dengan gaduh," sambungnya.

Baca Juga: Paguyuban Tunggal Rahayu yang Buat Geger Miliki Pecahan Mata Uang Sendiri

Sebelumnya diketahui, Paguyuban Tunggal Rahayu membuat heboh masyarakat. Mereka bikin gaduh dengan mengubah bentuk lambang Pancasila serta mengganti kata-kata semboyan.

Selain itu, paguyuban Tunggal Rahayu diketahui berbasis di Kecamatan Cisewu, Garut. Mereka dipimpin oleh seseorang bernama Mister Sutarman.

Baca Juga: MPR: Polri Segera Usut Paguyuban Garut yang Ubah Lambang Pancasila

Mereka juga ternyata mencetak uang sendiri. "Benar, itu dari mereka. (Nilai nominal) uangnya macam-macam," tutup Kepala Badan Kesbangpol Garut Wahyudijaya.

Editor: Ian


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X