DKI Jakarta Akan Kembali Terapkan PSBB Mulai Senin Pekan Depan

Ian
- 10 September 2020, 18:52 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan via Instagram resmi Dinas Kesehatan DKI Jakarta @dinkesdki Kamis 10 September 2020 /

KaltaraBicara - Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta mewajibkan seluruh perkantoran tutup mulai Senin, 14 September 2020. Sebabnya, Pemerintah DKI memutuskan menginjak rem darurat menghentikan PSBB Transisi.

Anies Baswedan menerangkan, "Melalui kebijakan rem darurat dan penetapan status PSBB, kegiatan perkantoran non esensial di wilayah Jakarta harus tutup dan melaksanakan mekanisme bekerja dari rumah (work from home)," pada Rabu, 9 September 2020.

Baca Juga: KPU Kaltara Katakan Dari Hasil Evaluasi Masih Ada yang Abaikan Protokol Kesehatan

Sehingga dalam hal ini Anies hanya mengizinkan 11 bidang usaha esensial yang boleh tetap berjalan dengan operasi minimal. Selain itu, 11 bidang perusahaan itu juga tidak boleh beroperasi penuh seperti biasa dengan penerapan pembatasan jumlah karyawan.

Baca Juga: [UPDATE] Covid-19 di Kaltara Bertambah Capai 457 Kasus

Selanjutnya seluruh izin operasi tambahan bagi bidang usaha non esensial yang didapatkan ketika masa awal PSBB dahulu, baik oleh Pemprov DKI maupun oleh Kementerian Perindustrian, tidak lagi berlaku dan harus mendapatkan evaluasi ulang bila merasa perlu mendapat pengecualian. "Selain itu, seluruh tempat hiburan harus tutup," tutupnya.

Baca Juga: DPR-RI Minta Paguyuban di Garut yang Ubah Lambang Pancasila Perlu Tindaklanjut ke Ranah Hukum

Berikut 11 sektor yang dikecualikan:
1. Kesehatan;
2. Bahan pangan/ makanan/ minuman;
3. Energi;
4. Komunikasi dan Teknologi Informasi;
5. Keuangan;
6. Logistik;
7. Perhotelan;
8. Konstruksi;
9. Industri strategis;
10. Pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu; dan/atau
11. Kebutuhan sehari-hari.

Editor: Ian


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X