KPU Kaltara Katakan Dari Hasil Evaluasi Masih Ada yang Abaikan Protokol Kesehatan

- 10 September 2020, 08:03 WIB
Suryanata Al Islami (Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Utara) /

KaltaraBicara - Suryanata Al Islami selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Utara (KPU Kaltara), mengatakan hasil evaluasi pelaksanaan pendaftaran bakal calon gubernur Kaltara, ditemukan masih ada yang tidak menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya, pendaftaran bakal calon atau balon gubernur Kaltara, dilaksanakan pada 4-6 September pekan lalu. Terdapat tiga balon gubernur Kaltara, yang datang mendaftar ke KPU, di Jl Sengkawit, Tanjung Selor.

Baca Juga: [UPDATE] Covid-19 di Kaltara Bertambah Capai 457 Kasus

Bakal pasangan calon, Zainal Arifin Paliwang - Yansen Tipa Padan, yang diusung oleh Partai Demokrat, PDIP, Gerindra, dan PPP.

Ada pula pasangan Udin Hianggio - Undunsyah, yang diusung Partai Hanura dan PKB.

Selanjutnya, Irianto Lambrie - Irwan Sabri, yang diusung oleh Partai Golkar, PKS, NasDem, PAN, Perindo, dan PBB.

Baca Juga: DPR-RI Minta Paguyuban di Garut yang Ubah Lambang Pancasila Perlu Tindaklanjut ke Ranah Hukum

"Tempat untuk ruangan yang bisa masuk saat pendaftaran, kita batasi hanya balon gubernur dan pimpinan parpol pengusungnya. Hanya saja memang, balon gubernur yang hadir bersama massa yang tidak sedikit, kita lihat memang masih ada yang belum menerapkan protokol kesehatan secara keseluruhan," tutur Suryanata, pada Rabu, 9 September 2020.

Sehingga protokol kesehatan yang dimaksud Suryanata, yakni masih adanya simpatisan yang tidak menerapkan physical distancing atau menjaga jarak.

Meskipun diketahui simpatisan balon gubernur Kaltara yang hadir, rerata telah mengenakan masker.

Baca Juga: Polisi, Pasal Penipuan Akan Jerat Pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu

"Ini harus jadi perhatian seluruh balon kepala daerah, agar menerapkan protokol kesehatan. Selain mengikuti seluruh tahapan Pilgub Kaltara, balon gubernur harusnya tetap mengedukasi masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan," ujarnya.

Namun Suryanata menambahkan, penerapan protokol kesehatan telah diatur dalam PKPU Nomor 6 Tahun 2020.

Diketahui sebelumnya, telah diubah dalam PKPU Nomor 10 Tahun 2020, tentang penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

Baca Juga: Paguyuban Tunggal Rahayu yang Buat Geger Miliki Pecahan Mata Uang Sendiri

"Penerapan protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan dalam setiap tahapan. Misalnya dalam kampanye nanti itu dibatasi maksimal 50 orang saja. Ini perlu jadi perhatian bersama, agar Pilkada serentak di Kaltara tetap berjalan dengan lancar," pungkasnya.

Editor: Ian


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X